22 Juni 2017 - 08:25
Membela Kemerdekaan Palestina sama dengan Membela Kebenaran itu Sendiri

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamanei mengatakan bahwa membela dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina sama seperti membela dan mendukung kebenaran itu sendiri dan bukan sekadar mempertahankan sebuah bangsa yang dizalimi serta diusir dari tanah air mereka sendiri.

Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamanei mengatakan bahwa membela dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina sama seperti membela dan mendukung kebenaran itu sendiri dan bukan sekadar mempertahankan sebuah bangsa yang dizalimi serta diusir dari tanah air mereka sendiri.

Ayatullah Khamanei mengatakan demikian pada hari Rabu (21/6) di dalam sebuah pertemuan dengan para dosen universitas dan ilmuwan menjelang peringatan Hari Quds sedunia yang akan diselenggarakan pada Jum'at terakhir Ramadhan yang jatuh pada tanggal 23 Juni 2017. 

"Hari Quds adalah hari yang sangat penting. Hal ini bukan sekadar berarti mempertahankan sebuah bangsa yang dizalimi serta diusir dari tanah air mereka sendiri. Kita sebenarnya sedang melawan kezaliman dan sistem politik yang arogan," kata Ayatullah Khamenei.

"Menentang rezim Zionis (Israel) pada hari ini adalah (sama seperti) menentang kecongkakan (kekuatan besar) dan melawan sebuah sistem yang bersifat hegemoni," tambahnya.

Mengacu kepada Agenda Pembangunan Berkelanjutan milik UNESCO disebut juga dengan Agenda 2030 dan usaha untuk melaksanakan hal itu di Iran, Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa beberapa aspek yang ada di dalam dokumen itu harus dijelaskan kepada bangsa Iran karena "isu tersebut sangat penting."

Ia juga mengatakan bahwa UNESCO hanyalah sebuah alat untuk mempromosikan dokumen-dokumen tersebut saja dan ada kekuatan di balik layar yang merencanakan sistem itu.

"Wujud tangan yang berada di belakang layar yang memformulasikan sistem intelektual, budaya dan praktik yang mana seluruh dunia harus bertindak sejalan dengan sistem itu," tambahnya.

"Hal ini salah dan cacat. Apa hak (yang dimiliki oleh badan dunia ini) untuk menyatakan pemikiran mereka terkait ras dan budaya serta kepercayaan mereka sebelum mengarahkan mereka untuk bertindak seperti ini atau seperti itu," katanya lagi.

Ayatullah Khamenei juga mengatakan bahwa mereka yang mengatakan bahwa dokumen itu tidak bersifat "mengikat" adalah naif karena mereka yang tidak bertindak sejalan dengan dokumen itu akan dipandang miring oleh negara yang mengadopsi sistem tersebut.

Pada bagian lain dalam pernyataannya, Rahbar menekankan pentingnya kemerdekaan negara, seraya mengimbau para profesor universitas untuk membuat para pemuda menghargai kemerdekaannya.

Setelah menyampaikan ceramahnya, Ayatullah Sayid Ali Khamanei memimpin shalat berjamaah maghrib dan isya dan buka puasa bersama dengan semua yang hadir.